Di post sebelumnya aku udah cerita tentang Cerita Kecil di Balik Dashboard Alima Photo, kali ini aku mau lanjut cerita kenapa aku bikin website portfolio pribadi.
Aku bakal cerita dari awal, dari masih bentuk prototype di Figma sampai akhirnya sekarang punya domain sendiri adhiwibowo.space
Aku mulai dari pertengahan 2024, waktu itu aku masih semester 4 mau naik ke semester 5. Ada tugas UI Design di mata kuliah Desain Web. Awalnya aku kepikiran bikin website UMKM, tapi pas cari referensi di internet aku malah ketemu video tutorial dari KukuhAldy yang bikin portfolio dirinya sendiri.
Dari situ aku jadi kepikiran kalau website bisa jadi perfect choice buat branding diri. Akhirnya aku mulai cari banyak referensi lagi, nonton tutorial, webinar, workshop, dan tentunya gratisan semua lah, anak kos wkwk. Setelah ngerasa cukup, aku mulai serius desain portfolio di Figma.
Singkat cerita, desainnya selesai. Tapi ternyata waktu itu Figma belum bisa convert design ke code, dan aku juga masih pakai free plan jadi inspect mode-nya terbatas. Dari situ aku mulai cari cara lain, dari YouTube, AI, sampai Reddit. Dan bagaimana akhirnya? apakah bisa? tentu...
TIDAK.
Akhirnya aku cuma pakai link prototype Figma yang panjang banget itu buat share portfolio. Awalnya aku santai aja, karena mikirnya ya ini sementara dulu. Tapi beberapa minggu kemudian, sisi perfeksionis mulai muncul. Di kepala aku kepikiran, “ini link panjang banget nggak profesional banget sih…”
Akhirnya aku mulai cari cara biar portfolio ini bisa diakses lewat link yang lebih proper.
Aku sempet nemu cara pakai Elementor di WordPress yang mirip banget sama Figma. Dan jujur, waktu itu aku mikir, “ya gapapa lah keluarin dikit buat branding diri.” Tapi aku tetap nyari alternatif gratis dulu. Akhirnya ketemu Google Sites, dan aku pakai itu buat portfolio.
Walaupun desainnya nggak bisa 100% sama kayak Figma, aku tetap jalanin dulu. Bahkan sempat aku custom sedikit pakai HTML dan CSS dibantu AI. Waktu itu juga AI belum sepintar sekarang, dan opsi agent juga masih sedikit, jadi bantuannya masih terbatas.
Google Sites itu aku pakai kurang lebih 1 tahun.
Sampai sekitar Agustus 2025, aku punya sedikit rezeki buat beli hosting WordPress di DreamHost sekitar $40 (kalau nggak salah ingat) plus domain gratis 1 tahun. Aku mulai build ulang portfolio biar sesuai desain Figma. Tapi ternyata, beberapa fitur yang aku desain di Figma nggak bisa direalisasikan di Elementor versi free. Harus pakai versi Pro.
Di situ aku agak kecewa. Soalnya ini pertama kalinya aku “serius keluar uang” buat branding diri, tapi ternyata kurang riset dulu.
Akhirnya aku refund hosting itu, dan balik lagi pakai Google Sites.
Sampai akhirnya aku nemu satu insight dari Instagram Reels, ternyata GitHub Pages bisa pakai custom domain.
Jujur aku baru tau itu. “berarti selama ini aku tolol banget ya, goblok…” kurang lebih itu yang aku pikir waktu itu.
Akhirnya aku login lagi ke DreamHost buat cek refund, dan ternyata uangnya sudah masuk. Tapi yang bikin kaget, domainnya masih aktif plus SSL masih jalan. Dari situ aku mulai mencari tutorial di internet, terutama Reddit dan AI, buat cari cara setup DNS, connect domain ke GitHub, setting record, dan akhirnya portfolio aku jalan full di GitHub dengan custom domain.
Jujur, di titik itu aku ngerasa lega banget. Sekarang memang sudah banyak customization, jadi hasilnya nggak 100% sama kayak Figma yang dulu even desainnya sudah jauh berbeda dan fiturnya lebih kompleks. Tentu saja aku juga dibantu AI, tapi logika dan styling-nya tetap aku yang mikir 100%.
Yang awalnya frustasi karena merasa buang-buang uang, ternyata jadi perjalanan yang bikin aku ngerti banyak hal. Kalau nggak lewat semua itu, mungkin sampai sekarang aku masih pakai link Figma yang panjang itu buat ngelamar kerja atau share portfolio.
Sampai sekarang aku masih pakai domain adhiwibowo.space itu. Bahkan aku juga bikin subdomain buat Alima Photo yang aku ceritain di post sebelumnya, dan rencana blog juga aku arahkan ke situ walaupun sekarang masih pakai Blogger dulu karena belum sempat ngoding lagi.
Sebenarnya masih banyak bagian struggle lain kayak connect Google Search Console, Cloudflare, error-error random, halaman nggak kebuka, loading stuck, dan sebagainya.
Karena lagi capek mikirin skripsi, aku sekalian curhatin beberapa hal yang lagi numpuk di kepala disini biar nggak makin penuh, wkwk.
Oke rek, mungkin segini dulu cerita kali ini.
Kalau akhir-akhir ini aku sering post blog, ya… kalian pasti tau alasannya lah wkwk.
Makasih udah baca sampai sini. Sampai ketemu lagi yaa…


Komentar
Posting Komentar