hahhhh…. bosen banget aku beberapa hari terakhir ini. Lumayan ada masalah juga, terus lazymode-nya datang kayak tamu nggak diundang yang nggak pulang-pulang. Tapi itu nggak tau kenapa, mungkin tubuh emang lagi minta off aja buat beberapa saat, karena udah lumayan hardwork juga beberapa minggu terakhir. Dan sekarang malah masuk ke lazymode.
Uniknya kalo lagi dalam mode ini, tubuhku emang nggak mau diajak aktivitas apa pun.
"Totally Useless".
Mungkin aku mau ceritain soal motorku yang lagi rusak dan opname di bengkel ya. Aku mulai dari awal dulu.
Awalnya aku ke bengkel buat servis motorku, karena udah hampir satu bulan lebih motorku belum servis, dan aku udah mulai ngerasa nggak enak pas bawa motor.
To be honest, aku sangat nggak punya knowledge soal mesin motor dan mesin-mesin lainnya. Aku selalu berharap motor itu kayak part hardware di PC, supaya aku bisa fixing itu sendiri. Walaupun cuma little fixing aja, at least aku paham lah kalo dibawa ke bengkel. Jadi pas ditanya mekaniknya aku nggak bengong tolol gitu, terus mekaniknya juga bisa lebih paham apa yang terjadi.
Kayak misalnya ada temen bawa PC ke aku buat diperbaiki. Kalo dia bisa jelasin gejalanya, otomatis fixing-nya lebih gampang daripada harus scanning dari awal. Tapi bukan yang ngasal juga ya, minimal tau what's happening.
Balik lagi ke topik awal, aku mau cerita soal masalah motorku tapi dari sudut pandang orang awam aja ya. Aku nggak bakal pake istilah mekanik yang aku sendiri nggak paham. Padahal sebenernya nggak ada yang aku paham sama sekali sih.
Jadi gini, setelah tadi diawal aku cerita soal nggak servis selama satu bulan lebih, singkat cerita aku servislah ke bengkel A. Pas banget hari Minggu waktu itu, dan kebetulan bengkel A lagi rame. Jadi aku tinggal aja motorku di situ. Mekaniknya bilang, ambil aja sorean, pasti udah jadi.
Singkat cerita, sekitar jam 3 sore aku ambil motorku. Aku coba motorku setelah servis, aku geber-geber, aku coba jalan agak kenceng, aman.
Terus malemnya aku ada jadwal checking laptop di salah satu showroom laptop di Kota Semarang. Aku berangkat dari kos sekitar jam 7 malam, dan perjalanan ke sana sekitar 30–45 menit.
Dan sejauh itu belum ada kendala sama sekali.
Sampai di showroom, aku cek-cek laptop yang dimaksud, dan selesai sekitar jam 9 malam. Setelah itu aku nggak langsung pulang. Aku ngopi dulu di cafe, nyantai, cooling down otak dulu. Kurang lebih dua jam aku di sana.
Dan akhirnya aku pulang.
Nah di sini...
Di perjalanan pulang ini aku mulai ngalamin masalah sama motorku.
Tiba-tiba di tengah perjalanan lampu FI, atau yang aku sebut indikator injeksi, nyala. Awalnya aku nggak terlalu peduli, karena setidak paham itu aku soal motor. Aku kira bukan masalah besar.
Tapi beberapa meter kemudian lampu itu nyala lagi, dan gasku terasa loss, atau aku nyebutnya ngeploss. Tapi mesin motorku nggak mati.
Dan ketika lampu FI itu mati, motor pelan-pelan bisa digas lagi.
Singkat cerita ya udah aku biarin aja, aku bawa pulang sampai kos. Siapa tau emang cuma "kaget" aja. Baru servis, langsung dipake perjalanan lumayan jauh, terus jalannya juga nggak semuanya mulus. Ada yang berlubang dan bergelombang juga.
Keesokan harinya aku pergi cari lauk pake motor itu.
Normal.
Nah aku langsung bergumam dalam pikiranku, "oh berarti bener, cuma kaget aja." Tapi malam harinya aku mau billiard, dan di tengah jalan lampu indikator itu nyala lagi. Kasusnya sama. Gas ngeploss lagi. Untungnya motor nggak mati jadi masih bisa sampai tujuan.
Setelah selesai billiard aku bilang ke temenku, "nanti kalo aku telepon berarti motorku mati." Aku udah siap buat skenario itu sebelumnya, dan dia bilang, "oke siap, telepon aja kalo mogok."
Di perjalanan pulang motorku ngeploss lagi, tapi nggak mati. Sepanjang jalan aku tersendat-sendat, karena ketika lampu FI nyala otomatis gas ngeploss dan motor brebet. Dan akhirnya dengan susah payah aku sampai kos.
Sesampainya di kos aku cari info di internet, YouTube, dan AI. Karena aku nggak nemuin penjelasan yang kasusnya sama, aku pindah ke AI. Di situ dijelasin kemungkinan problemnya di TPS, throttle body, sama satu lagi yang aku lupa. Intinya aku nggak paham.
Besoknya aku bawa lagi motorku ke bengkel A. Di sana motorku discan pake scanner ECU, dan lucunya, scanner-nya error. Karena motorku udah nggak pake ECU standar, aku pake ECU racing. Akhirnya mereka angkat tangan dan malah nyuruh aku ke bengkel racing.
Sebenernya aku nggak terlalu nerima sih, karena sebelumnya motor nggak pernah kayak gitu. Tapi habis servis di situ tiba-tiba malah muncul masalah. Tapi ya udahlah, dengan kepala dingin aku nggak mau debat panjang. Aku bawa pulang aja motornya.
Setelah itu aku tanya ke temen soal bengkel yang terpercaya. Akhirnya aku diarahkan ke bengkel B. Pas dicek di sana, mereka juga sempet nggak mau karena lihat ECU-ku ECU racing. Mereka nyuruh aku balik lagi ke mekanikku. Sedangkan mekanikku sekarang ada di Kalimantan. Ya jelas nggak mungkin dong.
Akhirnya setelah beberapa pertimbangan mereka mau bantu nyoba dan menghubungi bengkel racing kenalan mereka. Dan sampai sekarang motorku masih nginep di bengkel itu. Lucunya, aku juga belum ngecek lagi ke sana.
Karena ya itu... Lazymode. Datangnya juga pas timing-nya nggak tepat. Jadi ya sekarang aku cuma bisa percaya aja sama bengkel itu. Kata mereka hari Kamis motorku bakal dicek atau discan lagi di bengkel racing. Dan karena bengkel itu rekomendasi temenku juga, ya aku percaya aja.
Semoga aja motorku bisa balik normal. Dan semoga biayanya juga nggak lebih tinggi dari budget yang aku punya sekarang...
Mungkin itu aja ceritaku kali ini. Yang jelas sekarang aku lagi di lazymode aja. Untung-untungan juga mau nulis ini...
Thanks.
Komentar
Posting Komentar